Hukum & Kriminal
Kamis, 08 Desember 2016 - 21:16:14 | bambang-widi / Sorot Wonogiri

Kasus Korupsi Gamelan, Penyidik Endus Tersangka Lain
Kasus Korupsi Gamelan, Penyidik Endus Tersangka Lain
Foto ilustrasi by net

Wonogiri, (sorotwonogiri.com)--Kasi Pidsus Kejari Wonogiri, Hafidz Muhyiddin seusai menyidik tiga tersangka perkara dugaan korupsi pengadaan gamelan SD Tahun Anggaran (TA) 2014, Kamis (8/12/2016) sore mengatakan, pihaknya mengendus indikasi keterlibatan pihak lain dalam proyek senilai Rp 2,8 miliar itu.

Meski begitu, Hafidz tidak menyebutkan keterlibatan pihak lain yang dia maksudkan.

“Penyidik masih terus mendalami penyidikan. Kemungkinan adanya tersangka lain masih terbuka,” kata Hafidz mewakili Kepala Kejari Wonogiri, Tri Ari Mulyanto.

Dikatakan Hafidz, berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah, kerugian negara dari pengadaan gamelan untuk 40 SD se-Kabupaten Wonogiri itu sebesar Rp189,81 juta. Hal itu karena realisasi gamelan tidak sesuai dengan spesifikasi.

“Besarnya kerugian negara sudah kami beritahukan kepada ketiga tersangka dan kami minta mereka mengembalikannya,” ujar Hafidz.

Tentang kewajiban mengembalikan kerugian Negara itu, lanjut dia, tersangka Sn menyatakan bersedia mengembalikan. Sedang dua tersangka lain belum memberikan jawaban pasti.

“Mereka akan berunding dulu karena pengembalian ditanggung renteng. Kalau nanti ada tersangka lain, pengembalian juga ditanggungkan kepada tersangka baru itu,” ucap Hafidz.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar pertengahan November lalu, Kejari Wonogiri menetapkan 3 tersangka kasus pengadaan gamelan untuk 40 SD di TA 2014 senilai Rp 2,8 miliar.

Ketiga tersangka itu adalah Sw, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Pendidikan (Disdik) selaku pengguna anggaran, serta Direktur dan Komanditer CV. Berkah Dewa Dewi, Sn dan AS sebagai penyedia barang/jasa.

Pemeriksaan yang dilakukan kepada ketiga tersangka pada Kamis siang dilakukan di ruangan tertutup. Para tersangka juga didampingi pengacara masing-masing. Namun meski sudah ditetapkan tersangka, ketiganya tidak ditahan untuk memberi kesempatan mengembalikan kerugian Negara.

 

Berita Terkait :


HOT NEWS