Hukum & Kriminal
Minggu, 08 Januari 2017 - 10:59:19 | irfan-rully / Sorot Wonogiri

Tertangkap Basah Beli Kayu Ilegal, Oknum Polisi Digelandang
Tertangkap Basah Beli Kayu Ilegal, Oknum Polisi DigelandangTertangkap Basah Beli Kayu Ilegal, Oknum Polisi DigelandangBarang bukti yang diamankan polisi

Eromoko,(sorotwonogiri.com)--Praktek ilegal loging saat ini masih marak terjadi di beberapa wilayah salah satunya di Lokasi Petak 65 Resort Pemeliharaan Hutan (RPH) Eromoko Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Baturetno tepatnya di Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko, dimana Jajaran Satreskrim Polres Wonogiri berhasil 5 pelaku yang salah satunya merupakan oknum Polisi aktif.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Muhammad Kariri, mengatakan peristiwa penangkapan pelaku terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Kejadian bermula saat pada hari Kamis (05/01/2017) sekitar pukul 02.00 WIB pelapor Agus Supriyanto, dan dua saksi Kusnanto, Sukisno yang merupakan pegawai perhutani melaksanakan kegiatan patroli di kawasan hutan wilayah setempat. Rombongan petugas melihat ada sebuah mobil Pick up AB-8201-AU warna hitam di lokasi tersebut dan langsung menghadangnya. Namun naas sebelum berhasil diperiksa sopir melarikan diri. Selanjutnya tiga orang tersebut memeriksa muatan mobil dan didapati kayu sono keling yang dimuat tersebut tidak dilengkapi surat surat yang sah.

"Setelah memeriksa lantas korban melapor ke Polsek Eromoko yang akhirnya dilanjutkan ke Satreskrim Polres Wonogiri," ungkapnya.

Dari penangkapan tersebut didapati 5 orang pelaku masing-masing HS (38), yang merupakan oknum anggota Polda DI Yogyakarta yang bertugas di Polres Sleman bertindak sebagai pembeli dan pengangkut, S alias G (35) warga Eromoko sebagai Penjual serta yang menawarkan, T alias I (33), S (65) dan SY alias S (42) ketiganya merupakan warga Eromoko bertindak sebagai penebang kayu. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan yaitu Kayu, Mobil Pick Up, gergaji, Pikulan, dan tali.

"Kelima pelaku sudah kita amankan dan kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," lanjut dia.

Kariri menambahkan dari hasil penyelidikan yang dilakukan tim satreskrim Polres Wonogiri diperoleh keterangan bahwa kayu tersebut dijual kepelaku seharga Rp.2.250.000 yang berjumlah 23 potong. Kesemua pelaku akan dikenai pasal 82 ayat (1) huruf b Juncto Pasal 12 huruf b Undang – Undang Republik Indonesia No. 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

"Ancaman hukuman 5 tahun kurungan dan akan dikenai denda Rp.500.000.000, untuk pelaku Polisi kita akan koordinasi dengan Propam Polres Sleman," pungkasnya.

 

 

 

Berita Terkait :


HOT NEWS