Pemerintahan
Rabu, 11 Januari 2017 - 01:08:15 | irfan-rully / Sorot Wonogiri

Tiga Proyek Jalan Tak Rampung, DPU Bakal Lelang Lebih Awal
Tiga Proyek Jalan Tak Rampung, DPU Bakal Lelang Lebih AwalTiga Proyek Jalan Tak Rampung, DPU Bakal Lelang Lebih AwalKabid Bina Marga DPU Wonogiri, Prihadi Ariyanto (Foto by Irfan Rully)

Wonogiri,(sorotwonogiri.com)--Kondisi jalan yang buruk masih menjadi permasalahan klasik di wilayah Wonogiri yang banyak dikeluhkan oleh warga masyarakat. Di banyak titik, kondisi jalan terbilang buruk jika tidak bisa disebut memprihatinkan.

Pada tahun 2016 lalu, dana miliaran rupiah sebenarnya sudah digelontorkan pemerintah untuk melakukan perbaikan jalan di seluruh penjuru Wonogiri.Pengerjaan proyek jalan sendiri menyimpan beberapa catatan di mana ada beberapa proyek yang masih bermasalah dan tidak selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Kepala Bidang Bina Marga DPU Kabupaten Wonogiri, Prihadi Ariyanto mengatakan memang ada beberapa ruas jalan yang mengalami keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Tiga proyek tersebut adalah ruas jalan di Kecamatan Kismantoro, Kecamatan Slogohimo, dan Kecamatan Pracimantoro.

"Untuk alasan keterlambatan sendiri ada berbagai macam, bisa dari faktor alam maupun dari kesalahan teknis rekanan," ungkap Prihadi, Selasa (10/01/2017) kemarin.

Ia beberkan lebih lanjut, seperti misalnya untuk ruas jalan yang berada di Kecamatan Kismantoro, keterlambatan yang terjadi dikarenakan faktor alam yaitu terjadinya tanah longsor di ruas jalan Provinsi yang menyebabkan material proyek tidak bisa terdistribusi.Di wilayah Kismantoro endiri ada 3 ruas jalan yang tidak selesai tepat waktu.

Sedangkan untuk ruas jalan di Pracimantoro dan Slogohimo, keterlambatan  terjadi karena produksi AMP atau aspal hotmix terlambat dikarenakan banyaknya pekerjaan jalan yang dilakukan secara bersamaan.

"Yang terbanyak memang di Kismantoro, bahkan Kismantoro pun dana yang digelontorkan lumayan besar yaitu 3 M, 6 M, dan 4,5 M," lanjut dia.

Pengalaman pada tahun 2016 ini disebut Prihadi akan dijadikan pelajaran bagi jajarannya.Ia mengakui bahwa pekerjaan proyek atau pelelangan proyek pada tahun 2016 lalu periodenya terlalu singkat dan dilakukan mendekati akhir tahun. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena penggelontoran dana baik dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU) maupun dana lainnya turun mendekati pertengahan tahun.

“Untuk tahun ini proses lelang akan kita mulai sejak awal tahun. Hal ini memungkinkan mengingat anggaran juga sudah mulai turun,” tutup dia.

 

Berita Terkait :