Pemerintahan
Rabu, 11 Januari 2017 - 17:52:36 | irfan-rully / Sorot Wonogiri

Kekerasan Seksual Terhadap Anak Masih Tinggi, Dinas Bilang Faktor Pengawasan Orang Tua Lemah
Kekerasan Seksual Terhadap Anak Masih Tinggi, Dinas Bilang Faktor Pengawasan Orang Tua LemahKekerasan Seksual Terhadap Anak Masih Tinggi, Dinas Bilang Faktor Pengawasan Orang Tua Lemahilustrasi by net

Wonogiri,(sorotwonogiri.com)—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak memang masih sangat tinggi di Kabupaten Wonogiri. Dari data yang dimiliki Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB dan P3A) tahun ke tahun jumlah korban pun mengalami kenaikan. 

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dinas PPKB dan P3A Kabupaten Wonogiri, Rodhiyah mengatakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini yang mendominasi yaitu kasus kekerasan seksual pada anak. Pada tahun 2014 kasus kekerasan seksual pada anak sebanyak 29 korban, tahun 2015 sebanyak 38 korban, dan tahun 2016 sebanyak 36 korban.

"Memang untuk tahun 2015 ke 2016 ada penurunan sedikit tetapi secara garis besar kasus kekerasan seksual pada anak masih sangat tinggi," ungkapnya Rabu (11/01/2017).

Ditambahkannya, faktor utaman tingginya kekerasan seksual pada anak sendiri memang didominasi oleh anak yang ditinggal merantau orang tuanya. Hal tersebut membuat minimnya pengawasan dan membuat anak lepas kontrol.

“Beberapa factor diantaranya minimnya pendidikan agama, pengetahuan sex sejak dini juga tidak didapat. Ditambah lagi dengan perkembangan zaman juga faktor IT yang semakin memprihatinkan karena saat ini anak dengan mudahnya menonton hal-hal pornografi,” lanjut dia.

Ditanya kecamatan yang rawan terjadinya kasus kekerasan seksual pada anak pihaknya menyatakan ada 18 kecamatan dari 25 Kecamatan yang rawan terjadinya kasus semacam ini, hanya saja untuk kecamatan paling banyak yaitu di Kecamatan Baturetno.

"Untuk jumlahnya berapa di Baturetno gak usah disebut," singkatnya.

 

Berita Terkait :